Resume Materi Pkkmb day 2
1.Pak Ainun Najib: Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri
Dalam dunia akademik, mahasiswa dituntut menjaga etika dan integritas. AI tidak boleh digunakan mentah-mentah untuk menyelesaikan tugas atau penelitian, melainkan hanya sebagai sarana riset awal, ringkasan, brainstorming, atau perbaikan bahasa. Hasil akhir tetap harus lahir dari pemikiran sendiri agar proses belajar menghasilkan keterampilan, bukan sekadar gelar.
Era teknologi terus bergerak maju tanpa menunggu kesiapan kita. Oleh karena itu, mahasiswa perlu belajar cepat, berani memulai dari hal kecil, dan mengarahkan pemanfaatan AI untuk kemaslahatan serta kebermanfaatan nyata.
2.Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA : Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Korupsi adalah penyakit sosial yang merusak kehidupan bangsa, merampas hak rakyat, serta melemahkan kepercayaan publik. Melawannya adalah tanggung jawab bersama, dan generasi muda menjadi kunci utama karena akan menentukan arah masa depan Indonesia. Dengan energi, kreativitas, pola pikir kritis, dan idealisme, generasi muda berpotensi menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya pemerintahan bersih.
Integritas menjadi senjata utama, meliputi kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, keadilan, keberanian, dan kemandirian. Upaya melawan korupsi dapat dimulai dari diri sendiri, menolak praktik kecil yang menyimpang, serta hidup sederhana dan bertanggung jawab. Generasi muda juga dapat memanfaatkan teknologi untuk transparansi, ikut serta dalam pengawasan publik, serta menjadi teladan dalam menegakkan integritas.
Meskipun menghadapi tantangan budaya jalan pintas, tekanan ekonomi, hingga rasa takut melapor, generasi muda tetap memiliki potensi besar sebagai garda terdepan. Dengan tekad kuat dan integritas baja, mereka dapat mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan bebas korupsi.
3.KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim: Mencetak Mahasiswa Unusa sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan generasi penerus yang dibentuk untuk mewarisi sekaligus mengembangkan tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah. Paham ini berlandaskan Al-Qur’an, Hadis, Ijma, dan Qiyas dengan corak NU yang menekankan sikap moderat, seimbang, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan. Mahasiswa UNUSA dididik tidak hanya sebagai penuntut ilmu, tetapi juga sebagai penjaga tradisi keilmuan melalui kajian kitab klasik, agen moderasi beragama yang menolak radikalisme, serta pejuang kemaslahatan sosial yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dan isu kemanusiaan.
Di lingkungan kampus, nilai Aswaja diterapkan melalui kurikulum ke-NU-an, kegiatan kemahasiswaan seperti organisasi PMII dan IPNU/IPPNU, serta partisipasi dalam festival budaya NU dan program sosial bersama NU. Meskipun menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme transnasional, dan disrupsi digital, mahasiswa UNUSA dipersiapkan menjadi generasi harapan yang mampu menjaga identitas Aswaja sekaligus menjawab kebutuhan zaman. Dengan demikian, mereka menjadi garda terdepan dalam melestarikan dan mengembangkan warisan ulama Nusantara menuju masyarakat yang adil, beradab, dan berkepribadian Islam.
Website: Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Sosial Media UNUSA:
Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Lihat Juga Blog Teman Saya:https://elysiatalithaionaardianto.blogspot.com//

Comments
Post a Comment